Follow Us On Facebook

Pages

Wys tans plasings met die etiket Bulan. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Bulan. Wys alle plasings

Woensdag 12 Desember 2012

Segitiga Aneh Di Permukaan Bulan

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel


Dua teori utama yang dikenal untuk menjelaskan keberadaan manusia di bumi pada prinsipnya ada dua. Teori pertama adalah teori penciptaan yang berasal dari konsep religius, sedangkan teori kedua berasal dari gagasan ilmiah, seperti proses evolusi.

Terlepas dari kedua teori tersebut sebenarnya ada lagi teori ketiga yang mengatakan bahwa kehidupan manusia sebenarnya berasal dari planet di belahan alam semesta lain yang sudah ada sejak lama, lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Bagaimanapun mereka yang percaya akan teori ini harus menunggu hasil penjelajahan luar angkasa dan kemajuan tehnologi untuk membuktikan kebenarannya.

Satu penemuan menghebohkan pada tahun 1976 yang dikenal sebagai “Face on Mars”, konstruksi geologis di planet Mars yang mempunyai bentuk mirip wajah manusia disambut dengan antusiasme yang luar biasa, memicu pengadaan riset dalam skala besar untuk meneliti lebih jauh kemungkinan adanya kehidupan lain di luar angkasa dalam sistem tata surya kita.

Sementara sebagian ilmuwan terfokus pada planet-planet lain, seorang ahli astronomi Amerika bernama Richard Hoagland memutuskan untuk mengamati lebih dalam planet yang lebih dekat, yaitu Bulan. Richard berpendapat bahwa meskipun relatif dekat, namun manusia belum terlalu mengeksploitasi bulan dengan lebih detail. Dalam penelitiannya yang cermat dengan mengambil foto foto permukaan bulan, Hoagland menemukan beberapa keanehan yang sepertinya diabaikan sains.

Pada beberapa foto permukaan bulan jelas terlihat struktur yang kemungkinan besar tidak terbentuk secara alami. Ini pertama terlihat pada kawah Triesnecker dan Ukert. Kawah-kawah tersebut dipercaya terbentuk akibat tumbukan meteor beberapa eon lalu. Di dunia ilmiah, eon dapat didefinisikan sebagai periode melebihi miliaran tahun.

Pengamatan radius kawah Ukert, terlihat suatu bentuk segitiga sama sisi sebagai fondasi geometri, dengan masing-masin sisi memiliki panjang 26 km. Saat bulan purnama, bentuk itu dapat dilihat dari bumi, meski hanya menggunakan teleskop kecil. Hal ini nyaris mustahil untuk dijelaskan hanya disebabkan oleh fenomena alam.

Bulan Pernah Dihuni Mahluk Hidup Cerdas ?

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Bulan Pernah Dihuni Mahluk Hidup Cerdas . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Bulan Pernah Dihuni Mahluk Hidup Cerdas

jembatan di bulan

Penemuan luar biasa bentuk segitiga sama sisi kawah Ukert di permukan bulan, membuat banyak ahli astronomi terkesan. Merekapun mulai mengadakan pengamatan lebih jauh guna mencari bukti atas anomali (keanehan) semacam itu. Bagi banyak orang, eksistensi bentuk segitiga itu sendiri sudah merupakan bukti akan adanya kehidupan pintar disana, dan jika ditemukan bukti lebih jauh lagi, mungkin akan dapat dibentuk suatu kasus untuk mencari adanya penghuni bulan. Dengan alasan tersebut, pengamatan terhadap permukaan bulan pun dilanjutkan.

Satu bagian bulan yang menyita banyak perhatian adalah tonjolan aneh yang dikenal dengan nama “Sinus Medii” (bahasa Latin yang artinya Teluk Pusat). Jika seseorang mengamati bulan purnama, tempat itu adalah wilayah diseputar lempengan yang terlihat. Dalam wilayah itu, para pengamat melihat suatu tunjolan aneh di permukaan bulan, mereka menyebutnya sebagai “shard”. Bentuk geologis ini menjadi luar biasa karena terproyeksi dari permukaan bulan ke suatu jarak hingga lebih dari 1 km dalam suatu wilayah yang datar dan menyebar.

Mungkin bentuk paling aneh yang dideteksi di permukaan bulan adalah bentuk seperti terlihat dalam salah satu foto yang diambil dari misi Apollo 10. Dalam satu bingkai bernomor 4822, dapat dilihat satu struktur yang mengapung beberapa kilometer dari permukaan bulan. Konfigurasi ini dikenal sebagai “The Tower” karena penampakannya mirip seperti menara dengan bentuk kotak dibagian atasnya.

Beberapa orang skeptis mengatakan bahwa ini pasti bagian dari rangkaian perlengkapan foto misi itu, karena benda semacam itu akan bertententangan dengan hukum fisika. Dilain pihak, para pakar lainnya lebih suka berpegang pada teori yang dianggap kurang konvensional. Mereka percaya bahwa struktur itu merupakan bukti kuat adanya kota di bulan.

Kelompok pengamat terakhir itulah yang menaruh minat pada beberapa foto lain dari NASA (National Aeronautics and Space Administration). Dalam foto-foto tersebut tampak adanya rekahan-rekahan besar di permukaan bulan yang dihubungkan dengan beberapa jembatan. Secara geologis ini merupakan suatu hal yang mustahil.

Kenyataan adanya jembatan-jembatan itulah yang kemudian membuat pengamat menyebut sabagai reruntuhan kota di bulan. Mereka lebih suka mengatakan bahwa jembatan seperti itu dipercaya sengaja dibangun untuk memudahkan transportasi daripada sekedar menjelaskan muncul dengan sendirinya akibat proses alamiah.

Pada foto lainnya, beberapa mengklaim bahwa mereka melihat reruntuhan sebuah bangunan yang sangat besar. Bangunan itu tampak memiliki pola sejenis batangan, seperti tanda bahwa pada satu waktu, mungkin di bulan pernah ada sebuah kota. Dengan menggunakan sistem ukur waktu berdasarkan pada jumlah beberapa kawah bekas hempasan yang baru terbentuk di wilayah itu, diperkirakan bahwa mungkin di wilayah itu pernah ada sebuah kota yang kemudian runtuh 500 juta tahun yang lalu.

Banyak orang percaya bahwa tingkat yang sebenarnya dari beberapa penemuan di permukaan bulan, dan juga bukti yang didapat dari permukaan Mars, selalu berusaha disembunyikan atau ditutupi oleh pemerintah dari perhatian publik. Mereka mengatakan bahwa banyak dari foto foto yang didapat diseleksi terlebih dulu sebelum diperlihatkan kepada publik. Akan tetapi pendapat semacam itu dibantah oleh NASA. Mengenai foto yang dipercaya para pengamat sebagai kota di bulan yang telah runtuh, NASA menyangkal dan mengatakan bahwa itu hanyalah berkaitan dengan keanehan geologi dan kelemahan fotografi.

Apapun argumen yang berkembang, sepertinya pendapat yang aman adalah, ketika tehnologi sudah semakin maju, tidak lama kemudian orang-orang dapat menggunakan teleskop mereka masing-masing dan melihat sendiri detail-detail yang lebih menakjubkan di planet-planet pada sistem tata surya kita, khususnya Bulan dan Mars yang notabene paling dekat dengan bumi.

Woensdag 14 November 2012

8 Misteri dan Fakta Aneh yang Menyertai Pembentukan Bulan

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel 8 Misteri dan Fakta Aneh yang Menyertai Pembentukan Bulan . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel 8 Misteri dan Fakta Aneh yang Menyertai Pembentukan Bulan


1. Usia Bulan

Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bumi dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun.

Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

2. Lebih keras diatas

Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal inilah yang menyebabkan bulan sangat kuat dan tahan serangan.

Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM.

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan.

Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah tidak mungkin berongga di dalamnya.

3. Bebatuan Bulan

Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya.

Batu yang pernah diambil team apollo seberat 380 kg lebih, menunjukkan adanya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang dibor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237.

Bahan-bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil kerja manusia.

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

4. Air menguap

Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

5. Ukuran Bulan = Matahari

Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan.

Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

6. Orbit yang aneh

Orbit bulan merupakan satu-satunya yang benar-benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometrisnya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung.

Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada porosnya. Suatu teori yang belum diyakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap harinya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

7. Asal usul bulan

Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja disetujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu-debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi.

Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa menjadi satelit bumi, karena terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori-teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

8. Bulan adalah kapal luar angkasa

Kesempurnaan bulan yang nyaris sempurna, dan berbagai anomali yang ada di bulan, plus ditambah banyaknya benda-benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita.

Dan bulan belum ditinggalkan oleh penghuninya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya-cahaya dan benda-benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.

Sumber :

Sondag 11 November 2012

Lagi Heboh Misteri Tengkorak Robot Di Bulan

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Lagi Heboh Misteri Tengkorak Robot Di Bulan . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Lagi Heboh Misteri Tengkorak Robot Di Bulan

Bulan merupakan satelit alami satu-satunya dari bumi kita yang banyak menyimpan misteri aneh dan menakjubkan. Salah stu yang bisa disajikan asalasah adalah misteri tengkorak robot di bulan.

Pada bulan Desember tahun 1972 astronot Apollo 17, Eugene Cernan dan Harrison Schmitt menghabiskan sekitar 75 jam di Bulan. Selama ekspedisi tersebut mereka mengambil banyak foto permukaan bulan. Salah satu Foto yang mengejutkan adalah terpotretnya sebentuk artifak berbentuk tengkorak.
UFO di Bulan


Eugene Cernan dan Harrison Schmitt merasa ragu bahwa tengkorak itu adalah tengkorak mahluk hidup. Tulang fosil tak mungkin bisa bertahan lama di bulan dikarenakan adanya radiasi matahari dan sinar kosmik ekstrim yang mampu membuat tulang fosil ataupun benda organik akan hancur lebur jadi debu. Salah satu penjelasan logis dalam pikiran Eugene dan Harrison adalah artifak berbentuk tengkorak tersebut adalah benda yang terbuat dari bahan logam khusus.

Benda tersebut menunjukkan bentuk sebuah tengkorak yang rongga mata, dahi, tulang alis, dan lubang hidung, dan rahang. Hingga saat ini NASA belum mampu memberikan penjelasan tentang photo ini.

Woensdag 07 November 2012

Bulan Ternyata Di Ciptakan Oleh Manusia ??

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Bulan Di Ciptakan Oleh Manusia ??. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Bulan Di Ciptakan Oleh Manusia ??


Sejak Apollo mendarat di bulan pada tahun 1969, rasa misterius orang-orang terhadap bulan seakan-akan menurun. Dahulu, orang-orang berkumpul bersama di rumah saat hari raya pertengahan musim gugur, dan saat makan kue bulan, begitu menengadahkan kepala melihat rembulan di atas langit, dalam hati pasti merasa penasaran dan bingung.

Penasarannya adalah dari mana sebenarnya bulan ini berasal? Dan bingung apa yang sebenarnya ada di atas bulan itu? Sastrawan pada masa Dinasti Song yaitu Su Dong Po dalam Sui Tiao Ge Tou paling bisa hanya menyuarakan rasa penasaran dan kerinduan bangsa China terhadap rembulan: Kapan adanya terang bulan? Dengan arak bertanya pada langit cerah. Tidak tahu di istana langit atas sana, hari ini tahun berapakah saat ini?

Setelah antariksawan mendarat di bulan, orang-orang tahu bahwa permukaan bulan adalah sebidang padang pasir tandus, diselimuti debu angkasa tak terhingga banyaknya, kosong melompong. Tetapi, tahukan Anda? Setelah mendarat di bulan, beberapa temuan baru yang didapatkan, malah membuat ilmuwan semakin bingung terhadap asal-usul bulan.

Saat ini pemahaman ilmuwan terhadap bulan telah melampaui imajinasi sebelum pendaratan di bulan pada waktu itu, bukti–bukti temuan ini bisa membuat pemikiran baru orang-orang terbuka, mengenal dan merenungkan kembali asal mula diri sendiri dan kehidupan, serta alam semesta.


Studi Awal
zaman dahulu, astronom setiap bangsa di dunia telah mengadakan pengamatan yang panjang terhadap bulan. Penampakan bulan yang mengembang bulat dan menyusut berbentuk sabit, selain menjadi obyek inspirasi penyair, lebih menjadi pedoman kerja penanaman sawah petani; penanggalan tradisional Tionghoa merupakan penanggalan yang berdasarkan peredaran bulan, berperiode 28 hari sebagai patokan. Pada masa lampau, orang-orang menemukan sebuah fakta yang sangat menarik, bulan selalu mengarah pada kita dengan satu permukaan yang sama.

Kenapa? Melalui pengamatan yang panjang, orang-orang mendapati bulan bisa berputar sendiri, dan periode perputarannya sendiri persis sama dengan periode perputarannya mengelilingi bumi. Maka, biar di mana pun posisi bulan berada, bulan yang kita lihat dari atas bumi pasti merupakan satu permukaan yang sama, bayang-bayang di atas bulan selalu sejenis yang serupa.

Orang-orang bahkan memperhatikan, ukuran bulan kelihatannya sama besar dengan matahari. Matahari dan bulan dirasakan sama besarnya, namun pada kenyataannya apakah sama besarnya? Orang dahulu acap kali berhasil mengamati suatu fenomena alam yang aneh, mereka menyebutnya dengan istilah “dewa anjing menelan matahari”, di saat itu akan ada benda langit berwarna hitam menutup total matahari, langit siang hari yang terang benderang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dipenuhi dengan kelap-kelip bintang, yaitu “gerhana matahari total” yang dikenal oleh ilmuwan sekarang ini. Pada saat gerhana matahari total, benda langit hitam yang kita lihat adalah bulan, ukuran bulan persis bisa menutupi matahari, artinya jika dilihat dari bumi, bulan dan matahari sama besarnya.

Belakangan astronom mendapati, bahwa jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali diameter bulan, maka dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km, dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi.

Benda langit yang berputar mengelilingi planet, oleh ilmuwan disebut sebagai satelit. Sembilan planet besar pada sistem tata surya semuanya memiliki satelitnya sendiri. Di antara 9 planet besar tersebut ada beberapa planet yang sangat besar, seperti misalnya planet Jupiter, planet Saturnus dan lain sebagainya, mereka juga memiliki satelit yang mengedarinya, diameter satelit mereka sangat kecil dibanding planet itu sendiri. Maka, satelit yang besarnya seperti bulan, sangat unik di dalam sistem tata surya kita. Data-data yang kebetulan ini menyebabkan beberapa astronom mulai memikirkan sebuah masalah, yaitu apakah bulan terbentuk secara alami?

Bebatuan Bulan yang Lebih Tua
Setelah pesawat antariksa Apollo mendarat di bulan pada tahun 1969, dan mengambil contoh batuan dari atas permukaan bulan, melakukan berbagai pengujian, didapatkan data yang bisa dijadikan bahan analisa lebih mendalam terhadap struktur bulan.

Pertama-tama dibuat analisa usia terhadap bebatuan yang terkumpul, didapati bahwa usia bebatuan bulan sangat kuno, ada sejumlah besar usia bebatuan itu melampaui bebatuan yang paling kuno di atas bumi. Menurut statistik 99% usia bebatuan bulan melampaui 90% bebatuan kuno di atas bumi, usia yang berhasil dihitung adalah sebelum 4,3-4,6 miliar tahun. Ketika membuat analisa terhadap tanah permukaan bulan, didapati masa mereka lebih kuno lagi, ada beberapa yang bahkan lebih awal 1 miliar tahun dibanding usia bebatuan bulan, melampaui lebih dari 5 miliar tahun. Saat ini waktu yang diprediksi ilmuwan atas terbentuknya sistem tata surya kurang lebih 5 miliar tahun lebih, mengapa bebatuan dan tanah di permukaan bulan sejarahnya bisa begitu panjang? Para ahli juga berpendapat bahwa sulit untuk menjelaskan.

Rongga pada Bulan
Pembuktian kabut bulan mungkin bisa menjelaskan struktur bulan. Astronot yang mendarat di bulan, ketika akan kembali ke bumi, meninggalkan permukaan bulan dengan mengendarai pesawat pendarat kembali ke kabin antariksa, setelah menyatu dengan pesawat antariksa, pesawat pendarat itu dibuang kembali ke permukaan bulan. Alat pengamat gempa yang dipasang pada jarak 72 km mencatat getaran pada permukaan bulan, getaran ini terus berlangsung lebih dari 15 menit, sama seperti martil memukul lonceng besar dengan sepenuh tenaga, getaran berlangsung dalam waktu yang lama baru hilang secara perlahan-lahan.

Ambil sebuah contoh misalnya, ketika kita memukul sebuah besi berongga dengan sekuat tenaga, akan mengeluarkan getaran ung… ung… yang terus bergema, sedangkan ketika memukul besi padat, getaran hanya akan bertahan singkat, akan berhenti pada waktu yang tidak lama. Gejala getaran yang terus berlangsung ini membuat ilmuwan mulai membayangkan apakah bulan itu berongga?

Ketika sebuah benda yang padat mendapat benturan, bisa mengeluarkan dua macam gelombang, satu adalah gelombang bujur (longitudinal), sedangkan satunya lagi adalah gelombang permukaan. “Gelombang bujur” adalah suatu gelombang tembusan, bisa menembus suatu benda, dari satu sisi permukaan melalui pusat benda dan disalurkan ke sisi lainnya.

Dan “gelombang permukaan”, sama seperti namanya, hanya bisa menyampaikan pada permukaan yang sangat dangkal. Namun, instrumen kabut bulan yang dipasang di atas bulan, melalui catatan waktu yang panjang, sama sekali tidak berhasil mencatat atau merekam gelombang bujur, semuanya berupa gelombang permukaan. Dari gejala yang menakjubkan ini, ilmuwan membuktikan bahwa bulan itu berongga!

Berlapiskan Unsur Logam
Tidak tahu, apakah Anda memperhatikan, bila mengamati bulan pasti akan terlihat potongan bayangan yang hitam-hitam, dan itulah area bayangan hitam yang disebutkan oleh ilmuwan. Saat antariksawan mengambil bor listrik akan membuat sebuah lubang di sana, mereka mendapati bahwa itu adalah pekerjaan yang melelahkan, mengebor dalam waktu yang sangat lama, namun hanya bisa membuat lubang sedikit saja.

Dan ini aneh rasanya, permukaan bulan bukankah semestinya terbentuk dari tanah dan bebatuan? Meskipun agak keras, namun tidak semestinya sampai tidak bisa masuk! Ketika dengan cermat dan teliti menganalisa struktur bentuk permukaan bulan pada area itu, ditemukan bahwa sebagian besar adalah suatu komposisi unsur logam yang sangat keras, yaitu unsur logam titanium yang digunakan untuk membuat pesawat antariksa. Pantas saja bisa demikian kerasnya. Maka, komposisi keseluruhan bulan dapat dikatakan bagaikan sebuah bola logam yang berongga.

Dalam lubang kawah bulan terdapat lava dalam jumlah besar, ini tidak aneh, yang aneh adalah lava-lava ini mengandung sejumlah besar unsur logam yang sangat langka di bumi, misalnya titanium, kromium, itrium dll. Logam-logam ini semuanya sangat keras, tahan panas, anti-oksidasi. Ilmuwan menaksirkan, jika hendak melebur unsur-unsur logam ini, paling tidak suhunya harus di atas 2-3 ribu derajat, namun bulan adalah sebuah “planet dingin yang mati kesepian” di langit, paling tidak selama 3 miliar tahun tidak ada aktivitas gunung berapi.

Lalu bagaimana bulan bisa menghasilkan begitu banyak unsur logam yang membutuhkan suhu yang tinggi? Lagi pula, setelah ilmuwan menganalisa contoh tanah bulan seberat 380 kg yang dibawa oleh antariksawan, didapati ternyata mengandung besi dan titanium murni, ini adalah golongan tambang logam murni yang tidak akan ada secara alamiah. Ini menunjukkan bahwa logam-logam ini bukan terbentuk secara alamiah, melainkan hasil leburan manusia.

Penemuan ini sekaligus menjawab pertanyaan yang sejak lama membuat bingung para ahli. Jumlah lubang kawah di atas permukaan bulan sangat banyak, namun anehnya, lubang-lubang ini sangat dangkal. Ilmuwan memperhitungkan, jika sebuah planet kecil yang berdiameter 16 km dengan kecepatan 50.000 km/jam terbentur dan hancur di atas bumi, maka akan mengakibatkan sebuah lubang besar dengan kedalaman berdiameter 4-5 kali lipatnya, artinya kedalamannya bisa mencapai 64-80 km.

Dan sebuah lubang Kawah Gagrin yang merupakan kawah terdalam pada permukaan bulan, diameternya 300 km, namun kedalamannya hanya 6,4 km. Bila hitungan ilmuwan tidak ada kesalahan, bebatuan yang mengakibatkan lubang ini jika bertabrakan di atas bumi, akan mengakibatkan lubang besar yang paling tidak kedalamannya 1.200 km!

Mengapa di atas bulan hanya bisa menimbulkan lubang bebatuan yang demikian dangkal? Satu-satunya penjelasan yang mungkin dapat diberikan adalah lapisan kulit luar bulan sangat keras. Jika demikian, komposisi logam keras di permukaan bulan yang ditemukan sebelumnya cukup untuk menjelaskan gejala semacam ini.

Bulan Diciptakan oleh Manusia?
Dua ilmuwan eks Uni Soviet dengan berani mengemukakan hipotesanya, menganggap bahwa bulan adalah sebuah kapal ruang angkasa yang telah mengalami perombakan. Dengan demikian, baru bisa secara sempurna menjelaskan dan menjawab berbagai macam gejala aneh yang ditinggalkan bulan untuk kita.
Hipotesa ini sangat berani, dan juga cukup banyak menimbulkan perdebatan, saat ini sebagian besar ilmuwan masih belum berani mengakui teori ini.

Namun, kenyataan yang tidak diperdebatkan adalah, bahwa bulan memang benar-benar bukan terbentuk secara alami. Bulan bagaikan mesin yang sangat akurat, setiap hari menghadap bumi dengan segi yang sama, juga persis sama besarnya dengan matahari kalau dilihat sepintas. Permukaan luar adalah sebuah lapisan paduan kulit logam yang tinggi tingkat kekerasannya, bisa menahan serangan bebatuan yang kepadatannya tinggi dalam jangka waktu yang panjang, dan tetap sempurna seperti bentuk semula. Jika merupakan sebuah benda langit alamiah, tidak seharusnya memiliki begitu banyak ciri khas yang dibuat manusia.

Diperkuat dengan bukti bulan seperti planet logam titanium berongga yang diciptakan manusia, maka tidak sulit untuk membayangkan bahwa bulan seyogianya dipasang dan diletakkan di atas oleh “manusia”, segala ciri khasnya sekaligus menunjukkan, bahwa bulan diciptkan manusia bumi pada waktu itu. Jika demikian, sebelum adanya bulan, langit malam hari di atas bumi seharusnya sangat gelap gulita.

Jika waktu itu di atas bumi ada manusia, lalu pada malam hari dan di atas permukaan bumi yang luas, mereka sangat sulit melakukan aktivitas apa pun, maka pantas saja dirancang sebuah cermin yaitu bulan, untuk ditempatkan di atas langit. Maka wajah atau pemandangan bulan yang paling asli adalah sebuah bola metal, yang tingkat keterangan cahaya pada zaman dahulu pasti lebih terang dibanding sekarang, seiring dengan perjalanan waktu yang panjang, di bawah kondisi tidak adanya lapisan atmosfer, dan ditutupi sejumlah besar bebatuan kosmos serta debu sehingga menjadi seperti sekarang ini. Dan bila saat ini kita menganalisa permukaan bebatuan dan tanah bulan, tentu saja mendapati usianya lebih lama dari pada bumi, membuat adanya perasaan sedikit fantastis.

Saat ini terhadap masalah yang tidak dapat dijelaskan dan tidak berani diakui ilmuwan, bila kita melepaskan bingkai-bingkai pemikiran yang sempit, menganalisa secara rasional akan menemukan banyak sekali fenomena yang sulit untuk dijelaskan namun sebenarnya sangat mudah dipahami. Berdasarkan sejumlah besar bukti yang ditemukan ilmuwan sejak awal sudah bisa dipastikan bahwa bulan adalah ciptaan manusia, merupakan ciptaan manusia prasejarah, lalu mengapa tidak bisa mengambil kesimpulan terakhir? Sebab eksistensi manusia prasejarah, dapat dikatakan adalah merupakan pantangan ilmuwan, sebagian besar ilmuwan biar pun meneliti begitu banyak bukti dan teori yang tepat, namun saat menemui pandangan yang bertentangan dengan teori evolusi, maka siapa pun tidak berani mengemukakannya.

Padahal eksistensi manusia prasejarah yang memiliki peradaban yang sangat tinggi sudah ditunjukkan dalam penemuan-penemuan arkeologis belakangan ini. Sebagai contoh, penemuan tambang reaktor nuklir yang diperkirakan berusia 2 miliar tahun yang lalu di Republik Gabon, Afrika, yang lebih canggih dari pertambangan reaktor nulir zaman sekarang. Semangat yang menuntut “kebenaran” seyogianya merupakan prinsip tertinggi dalam penelitian ilmuwan, apabila kita telah melompat keluar dari bingkai-bingkai pemikiran pendahulu, maka tidak sulit untuk membayangkan bahwa di antara sejumlah besar penelitian ilmiah, akan terdapat sebuah lompatan yang sangat cepat.