Follow Us On Facebook

Pages

Wys tans plasings met die etiket Renungan. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Renungan. Wys alle plasings

Maandag 08 April 2013

Inilah Sahabat Sejati, Tikus Menolong Temannya yang Dimangsa Ular

Gambar Tikus Menolong Temannya yang Dimangsa Ular
AnehCuy - Mungkin ada yang pernah disakiti teman atau sahabat? Sebagai manusia yang punya keunggulan tertinggi di antara semua mahluk, kita ternyata tetap harus belajar pada naluri hewan. Bahkan pada sepasang tikus putih ini.

Gambar Tikus Menolong Temannya yang Dimangsa Ular
Di sebuah kebun binatang, Hangzau Zoo di provinsi Zheijang, China Timur, terjadi pemandangan unik sekaligus mengharukan. Ketika dua ekor tikus putih dimasukkan ke dalam kandang ular untuk makan malam, salah satu tikus tadi langsung didekati ular sebagai santapan pertamanya.

Namun, apa yang terjadi? Teman tikus putih tersebut dengan gagah berani mendekati ular dan menyerang untuk menolong temannya yang sedang dalam bahaya, sekarat dalam mulut ular. Tentu saja tindakan ini teramat nekad, mengingat ular hijau ini adalah jenis ular berbisa. Jadi, bukan saja jauh lebih besar dari ukuran tubuh sang tikus, kekuatan ular ini jauh di atas kelasnya.

Gambar Tikus Menolong Temannya yang Dimangsa Ular

Seorang penjaga yang bertugas memberi makan ular ini, menyaksikan dan mengabadikan kejadian tersebut. Ia pun dengan penuh haru mengambil kembali tikus yang menyerang ular pemangsanya. Menurut sang penjaga, tikus ini punya hak untuk memperoleh kesempatan hidup.

Gambar Tikus Menolong Temannya yang Dimangsa Ular

Kisah di atas mungkin boleh jadi renungan, begitulah seharusnya kita memperlakukan seorang sahabat, tidak hanya ikut tertawa saat bahagia, tapi juga hadir ketika ia dalam duka dan perlu pertolongan

Maandag 24 Desember 2012

Turis Rendah Hati Makan Bersama Pengemis Hebohkan China

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel


Rendahnya moral masyarakat kota di China sering kali menjadi sorotan. Banyak warga yang tidak peduli dengan kesusahan tetangga ataupun orang yang mendapatkan musibah dijalan. Biasanya warga kota di Cina lebih memilih tidak menolong ataupun berlagak tak melihat. Banyak contoh kasus yang sempat menjadi pembicaraan di dunia maya, seperti kasus balita Yue Yue yang dilindas 4 kali oleh mobil, tergeletak di pinggir jalan dan tidak diberikan pertolongan oleh 18 orang yang melewati tubuh Yue Yue yang tergeletak tak berdaya.


Kini muncul di dunia maya dan menjadi pembicaraan ketika seorang laki-laki muda asing terlihat membagi makanannya dengan seorang pengemis wanita tua di depan gerai Mc Donald. Di gerbang dari sebuah toko McDonalds, seorang pemuda tampan asal Amerika bernama Jason Loose membeli dua kantong kentang goreng dan Ayam kemudian memberikan satu untuk seorang pengemis wanita tua. Mereka duduk berdampingan, makan dan mengobrol. Kemurahan hari Jason membuat beberapa orang tersentuh mengingatkan rendahnya standar moral masyarakat kota Cina.

Tepat Di gerbang dari sebuah toko MacDonalds di Guangzhou Road di Nanjing, Jason Loose dan ibu tua itu duduk berdampingan, makan dan mengobrol. Jason bahkan menuangkan air murni untuk si ibu tua itu. Akhirnya Jason Loose

menjadi selebriti semalam di Cina. Pria muda Amerika terkejut ketika seorang wartawan Cina dari Xiandai Kuaibao ingin mewawancarainya. Jason menjawab “Ini bukan hal yang istimewa sama sekali. Bahwa Anda datang untuk mewawancarai saya untuk hal ini membuat saya malu..” Pemuda Amerika ini berkata kepada reporter, “Mereka adalah manusia, saya juga manusia. Mereka pantas mendapatkan sedikit hormat dan perhatian. Ini benar-benar bukan apa-apa selain makan dan mengobrol dengan mereka. ”

Wartawan menanyakan apa saja yang diobrolkan, Jason menjawab bahwa mereka mengobrol sebentar dan berkenalan satu sama lain. Ibu itu mengatakan dia berusia 80 tahun dan berasal dari Provinsi Anhui. Dia baru datang dari Nanjing dan tak punya pilihan selain hidup mengemis karena anak-anaknya tidak dapat menampung kehidupannya. Jason juga mengatakan bahwa dia pernah bekerja kasar dan kotor, jadi buatnya tak peduli apakah penampilan seseorang kotor atau tidak buatnya asalkan memiliki hati yang bersih.

Saat wartawan mengatakan bahwa orang China mengatakan orang asing tidak memahami kondisi nasional Cina. Sebagian besar pengemis adalah curang dan tidak layak bantuan dari orang lain. Jason menanggapi dengan bijak. Dia menjawab jika dia benar-benar tidak memahami kondisi China. Dia tak lebih tamu sementara saja. Namun Jason berharap wanita tua bukanlah penipu. Tetapi jika dia benar-benar penipu, Jason mengatakan dia tetap membantu sebisanya karena tetap wanita tua itu lebih menyedihkan karena harus menjadi pengemis. Siapapun akan terharu dengan perhatian yang diberikan Jason, bahkan ketika banyak yang mengkritik dia memberikan makanan tak sehat kepada wanita tua, Jason juga menjawab dengan tenang, bahwa dia akan memberikan makanan yang lebih sehat seperti buah atau roti jika memiliki kesempatan lain bertemu lagi dengan ibu tua itu.

Jason Loose, anda pahlawan moral !

Woensdag 05 Desember 2012

Belajar Dari Semut dan Kecerdasannya

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Belajar Dari Semut dan Kecerdasannya . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Belajar Dari Semut dan Kecerdasannya


Cobalah merenung tentang semut yang lemah,kecerdasan dan siasat yang dikaruniakan kepadanya untuk mencari dan menyimpan makanan,serta dalam menghalau mara bahaya.Maka Anda akan melihat banyak sekali pelajaran dan petunjuk.

Anda akan melihat sekumpulan semut ketika hendak mencari makanan.
Mereka akan keluar dari sarangnya dan membentuk barisan yang sangat kompak untuk mencari makanan,dan mereka akan terbagi dalam dua kelompok.Satu kelompok membawa makanan menuju sarang mereka dan satu kelompok lainnya keluar dari sarang menuju tempat makanan,mereka seolah-olah barisan manusia yang berjalan dengan arah yang berlawanan berjalan beriring sesuai dengan tujuan masing-masing.

Jika mereka merasa berat membawa sesuatu,maka berkumpullah semut yang lain untuk menolong,saling bahu membahu menggotong makanan yang berat dibawa.Subhanallah inilah yang sering kita dengar sebagai dalam sebuah pepatah,"berat sama dipikul, ringan sama dijinjing".

Kecerdasan semut yang lain adalah mereka tidak akan membangun negeri mereka,kecuali di tempat yang tinggi,agar air tidak mengalir kenegeri mereka,.Maha suci Allah yang menciptakan Makhluknya yang teramat kecil namun memilki kesempurnaan yang menakjubkan.

Semut adalah jenis serangga kecil yang dikaruniakan kepadanya peradaban tingkat tinggi yang sangat menginspirasi.Semut hidup dalam suatu masyarakat yang tertib dan mematuhi dengan disiplin aturannya sendiri

Hendaknyalah kita belajar dari kelompok semut yang mempunyai peradaban dalam kehidupannya.
Merekalah yang pernah diabadikan dalam Al-Qur'an,ketika seorang penyeru dari kalangan semut berkata: " Hingga apabila mereka sampai dilembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"(QS.An-Naml:18).Semut berseru kepada kaumnya agar terhindar dari mara bahaya,hingga Sulaiman pun tersenyum mendengar seruan semut tersebut.
Maha suci Allah atas segala sesuatu.

Mari kita belajar dari semut~_~

Donderdag 08 November 2012

Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya


Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan"

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap
mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan
dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang
sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.



Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya
atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman
cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar
saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga
memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami
tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku
menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi,
timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9
tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak
kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar
biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan
kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya
tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk
merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik
pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak
masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah
cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain
piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut
mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½
tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi,
semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang
membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau
hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang
banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku
dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu
anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian
menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya
ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan
memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa
mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga
tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut
muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan
membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan
membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai
sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di
tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi,tidak ikut kelas
origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan
lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung
menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun
biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan
lagi dan terserang flu berat.Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang,
dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang
radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan
tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa
atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan
hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku
semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa
makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir
hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku
secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya
tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami
mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan
majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi
tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami
sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang
mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami
dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan,
ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak
kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia
sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali
kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang
longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali
bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak
lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa
Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di
atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau
membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali
tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada
hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan
cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku
terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk
binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus
memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan
guntingan kertas hewan shio masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada
wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas
menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak
diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun
mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang
paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya
menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji,
tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis
adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia
dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai
sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang,
benar-benar nomor satu.

Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang
merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir
sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: "Guru pernah mengatakan
sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan
di tepi jalan." Dia pelan-pelan melanjutkan: "Ibu, aku tidak mau jadi
pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Aku
terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda
dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di
tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika.
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin
menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita
ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana
ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak
ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi
seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi
luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja
yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik. Apalagi dia mendapatkan
ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa
senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang
lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak
di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan
kami?
PESAN : SYUKURI APA YG ADA, BUKAN MEMIKIRKAN APA YG TIADA..